Masakan Ayam bumbu Kare
bahan masakan
1/2 bagian ayam
7 buah kentang
1 buah wortel
1 buah kelapa parut
1/2 buah bawang bombay
5 sendok makan curry powder (bubuk kare import)
4 butir bawang merah
2 siung bawang putih
garam dan lada secukupnya
cara membuat masakan ayam bumbu kare
- Ayam dipotong-potong menjadi 12 bagian
- kentang dikupas kulitnya, lalu dipotong segi empat (3 cm).
- Wortel dikupas, sebelah itu diiris 1 x 3 cm, kelapa parut diperas dan diambil santannya. bawang merah dan bawang putih dikupas, ditumbuk kasar. bawang bombay dikupas kulitnya, diiris kecil-kecil
- bawang merah, bawang putih dan irisan bawang bombay ditumis. setelah tercium aromanya, masukkan potongan ayam, aduk, usakan matangnya merata.
- Apabila ayam sudah matang, masukkan bubuk kare, kentang,dan wortel. beri garam dan lada secukupnya.
- setelah itu diaduk kembali, sebentar kemudian tambahkan air santannya.
by redaksi, on August 25 2009 @ 4:48 am
IMPORT GARAM, UNTUK MEMISKINKAN RAKYAT!!
Demi program ketahanan pangan, tim ekonomi pemerintahan (SBY) Susilo Bambang Yudhoyono menggelontorkan Lebih dari 5 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 50 triliun untuk import kebutuhan pangan agar tercukupi kebutuhan pangan nasional.
Komoditas import tersebut meliputi kedelai, gandum, daging sapi, susu, dan gula. Bahkan, garam yang sangat mudah diproduksi di dalam negeri karena sumber dayanya tersedia secara cuma-cuma dari alam tetap masih harus diimpor. Nilai nya cukup fantastis 1,58 juta ton per tahun senilai Rp. 900 miliar.
Dampak kebijakan ramah import ini jelas, mengabaikan pengembangan potensi pangan lokal akibatnya puluhan ribu petani garam di sebagian besar pesisir Nusantara secara perlahan menganggur. Petani yang berlahan sempit harus berhadapan dengan komoditas pertanian impor yang disubsidi besar. Ini sama halnya dengan pemerintah membiarkan ketidakadilan berlaku di negara kita.
Sebagian ahli ekonomi berpendapat, kebijakan ini diambil karena kualitas garam yang lebih baik dan harga lebih murah. Namun, kebijakan ini akan berdampak berupa kehilangan peluang penyerapan tenaga kerja yang lebih besar dan pengurangan jumlah penganggur tidak akan maksimal. Dengan kata lain kebijakan ramah impor tidak bisa menyubstitusi kebutuhan masyarakat terhadap pekerjaan!!
“Coba bayangkan dengan anggaran 5 miliar dollar AS akan menyerap berapa banyak tenaga kerja!!”
Karena itu, komoditas apa pun yang memungkinkan untuk diproduksi sendiri harus dilakukan secara optimal oleh pemerintah dan semua pemangku kepentingan. Sambil meningkatkan produksi, pengembangan industri berbasis pertanian juga harus dilakukan agar bisa mendapatkan nilai tambah. Ini manfaatnya besar bagi makroekonomi.
Bagi komoditas yang belum mampu diproduksi sendiri seperti kedelai dan gandum karena merupakan tanaman subtropis, perlu adanya langkah strategis melakukan substitusi. Karena kehilangan potensi peluang kerja, secara otomatis hilang juga potensi peningkatan daya beli masyarakat. Daya beli merupakan faktor penting menggerakkan perekonomian dan keberlangsungan industri